Menurutnya, serangan itu bertujuan menghentikan proses hukum dari kasus yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.
“Tuduhan bersifat pribadi yang dialamatkan kepada Jaksa Agung boleh jadi pola serangan yang bermuatan politis.”
“Serangan fitnah ini wujud dari upaya untuk menghentikan proses atau penindakan hukum dari Kejaksaan Agung RI terhadap kasus-kasus besar,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ates menduga kuat tuduhan terhadap pribadi Jaksa Agung itu berkaitan dengan kinerjanya, terutama karena Kejaksaan Agung solid mengusut kasus korupsi besar.
“Kuat dugaan saya tuduhan ini merupakan serangan terhadap pribadi Jaksa Agung yang berkaitan dengan kinerja Jaksa Agung RI.”
“Kita sudah melihat kesungguhan Jaksa Agung menangani kasus-kasus besar seperti korupsi PT Asuransi Jiwasraya, korupsi PT ASABRI, suap Djoko S Tjandra dan lain-lain,” ungkap Ates.
Selain itu, Ates juga menyoroti isu yang muncul dua bulan belakangan ini terkait politik adu domba antara Jaksa Agung dan wakilnya.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








