(Seolah-olah) Menegakkan Hukum tapi dengan Cara yang Melanggar UU

  • Whatsapp

APAKABAR NEWS – Kepulangan HRS fenomenal dan telah menyentak. Berdampak pada rencana pemeriksaan HRS, tokoh yang hadir di pernikahan, serta pemanggilan Gubernur Anies Baswedan.

Tuduhannya ialah pelanggaran protokol kesehatan. Dasarnya UU Kekarantinaan Kesehatan. Sanksi pidana pun diancamkan.

Read More

Anies diperiksa Polda Metro Jaya selama 10 jam. Bahasa panggilan adalah klarifikasi tetapi dengan “10 jam” maka konklusinya adalah “pemeriksaan” karena Anies menandatangani semacam Berita Acara.

Pakar melihat bahwa Pasal 93 UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang digunakan untuk menyerang Gubernur Anies merupakan suatu penyimpangan.

Kerumunan tidak bisa dihukum pidana di tengah kebijakan PSBB. Karenanya upaya memanggil Anies oleh Kepolisian dinilai mengada-ada dan kemungkinan akan gagal.

Ketakutan kepada Anies sebagaimana ketakutan pada HRS sangat terasa. Pencopotan Anies nampaknya menjadi agenda.

Tiba tiba Mendagri Tito Karnavian mantan Kapolri membuat Instruksi No 6 tahun 2020 berisi 6 butir yang berkaitan dengan kerumunan dan covid 19. Yang dinilai “mengarah” adalah butir 3 dimana Kepala Daerah dilarang untuk ikut kerumunan yang berpotensi melanggar protokol kesehatan.

Related posts