Namun setelah warga melihat mobil pick up yang membawa logistik, seketika penghadangan dilakukan. Agus mengaku pihaknya sempat menghalau warga untuk mengambil logistik.
“Tetapi mereka memaksa dan kami bersama teman-teman akhirnya bersitegang. Kami berusaha melerai tetapi kami malah diancam menggunakan parang,” imbuh Agus.
Tak ingin ambil risiko, rombongan Agus pun pasrah. Logistik sembako yang terdiri dari mie instan, beras, air mineral, susu, dan lain sebagainya diambil paksa warga hingga tak ada satupun logistik sembako yang disisakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, rombongan tetap melanjutkan perjalanan ke lokasi gempa tanpa logistik.
“Kami sekarang memutar jalur melewati Mamasa, Sulbar untuk ke lokasi bencana. Sambil jalan kami mencari pasar dan membeli bahan-bahan sembako,” pungkasnya.
Ia berharap relawan yang hendak melintasi jalur tersebut ke lokasi untuk lebih waspada. Lebih baik, kata dia, melakukan koordinasi dengan kepolisian dan pihak TNI untuk dikawal.
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulbar, Kombes Syamsu Ridwan mengatakan, polisi masih menyelidiki kejadian yang terekam video yang diduga terjadi di Tappalang itu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







