Namun, dia mengimbau bagi instansi swasta maupun warga yang hendak memberi bantuan logistik terhadap korban gempa untuk terlebih dahulu melapor ke Polres terdekat.
Dengan begitu, polisi dapat memberikan pengawalan dalam distribusi bantuan korban gempa.
“Terkait video yang beredar itu kami masih penyelidikan. Bahwa diharapkan semua bantuan dikoordinasikan dengan posko, melalui kepolisian dan TNI, agar setiap bantuan dikawal,” kata Ridwan, Sabtu (16/1).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia tak menampik adanya warga yang berdesakan mengambil isi bantuan logistik. Namun dia belum memastikan apakah itu penjarahan sebagai aksi kriminalitas atau warga yang terdampak gempa bumi.
“Kalau dari video itu, warga terlihat mau dapat bantuan tapi tidak melalui posko-posko. Jadi bagi masyarakat yang mau memberikan bantuan jangan sendiri-sendiri,” ujar dia.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, aksi penjarahan truk pembawa bantuan logistik untuk korban bencana gempa bumi di Majene tidak dianggap penjarahan.
“Sekali lagi itu bukan penjarahan, jangan dianggap penjarahan. Mereka kelaparan,” kata Mensos Risma di Surabaya, Sabtu (16/1).
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






