Let the Young Take The Lead, Biarkanlah yang Muda yang Memimpin

- Pewarta

Kamis, 10 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Nusantara Foundation, Shamsi Ali. Instagram.com/@imamshamsiali

Presiden Nusantara Foundation, Shamsi Ali. Instagram.com/@imamshamsiali

Karena manusia itu memiliki dua aspek. Aspek fisikal yang menjadi bagian dari alam semesta (al-alamin). Dan aspek ruhiyah yang merupakan bagian dari “ruh Ilahi” (nafakhna fiihi min ruhina). Maka manusia itu ada di dua kemungkinan. Berubah/mengubah atau dirubah.

Sekali lagi, pada sisi inilah manusia kemudian akan menampakkan nilainya sebagai manusia yang bernilai (valuable). Jika ternyata hanya menjadi bagian dari alam yang menempatkan diri sebagai obyek perubahan, maka manusia menjatuhkan diri ke lembah yang rendah (asfala safilin). Tapi jika manusia mampu mengambil kendali dan menjadi agen perubahan (merubah dan tidak dirubah) maka manusia itu naik ke tataran “ahsanu taqwiim” (ciptaan terbaik).

Dalam sejarah hidup manusia, kerap kehancurannya ada pada ketidak mempuan menghadirkan perubahan. Akibatnya manusia dipaksa mengikuti alur perubahan, yang tidak jarang justeru dipaksakan dan tidak sejalan dengan kemanfaatan bagi dirinya dan alam sekitarnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Realita ini juga mencakup perubahan kepemimpinan suatu kaum (bangsa/negara). Sebuah kaum atau bangsa perlu melakukan perubahan dan tidak dipaksa berubah oleh perubahan alam.

“Innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bi anfusihim” (sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum (umat atau bangsa) sehingga mereka melakukan perubahan pada diri mereka”.

Tentu perubahan yang dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau sekedar perubahan maka semua akan berubah secara alami atau dipaksa oleh alam. Karena itu sunnatullah dalam ciptaanNya (fil-kaun).

Salah satu aspek perubahan yang sebuah kaum atau bangsa adalah perubahan kepemimpinan. Menjadi tuntutan sebuah bangsa untuk berani keluar dari zona nyaman (comfort zone) untuk menghadirkan pemimpin yang lebih muda, kredibel, pintar dan berintegritas. Bahkan di masa yang tidak seperti biasa ini diperlukan pemimpin yang “unconventional” (yang tidak seperti biasanya).

Berita Terkait

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik
Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:56 WIB

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Berita Terbaru