Saya sengaja memulai tulisan ini dengan penggambaran perubahan secara filosofis. Biarlah bangsa ini mulai berfikir, merenung dan membuka belajar membuka wawasan. Masanya bangsa ini menghentikan pemikiran singkat. Pikiran hura-hura kampanye, yang terkadang membawa maut. Pikirkan masa depan bangsa dan negara ini.
Padahal poin tunggal yang ingin saya sampaikan adalah bahwa di negara Indonesia begitu banyak sosok muda yang hebat. Baik yang telah ada di jajaran kepemimpinan nasional maupun daerah, bahkan yang masih berada di luar lingkungan birokrasi. Mereka dapat menjadi pemimpin yang kredibel, kapabel dan berintegritas, yang mampu membawa bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik.
Kepada generasi lanjut, apalagi telah pernah hadir di laga kompetisi kepemimpinan itu harusnya sadar. Mereka telah lewat. Mereka punya masanya. Sekarang ini bukan lagi masa mereka. Kalau dipaksakan maka mereka akan tergilas dan menjadi korban perputaran zaman (perubahan).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Biarkan mereka yang masih berumur di bawah 65 tahun mengambil alih estafeta kepemimpinan di negeri ini. Yang tua sadarlah jika anda telah kadaluarsa. Dan yang lebih penting, tidakkah anda sadar jika bau tanah itu semakin menusuk hidung?
Sadar man. Sadar lady. Your time is up!
Oleh : Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation
Baca Juga:






