Sementara untuk tahun 2021 konsumsi telur ayam ras nasional diperkirakan sebesar 18,61 kg/kapita/tahun sehingga kebutuhannya mencapai 5,07 juta ton, dengan produksi sebanyak 5,10 juta ton maka masih terdapat surplus sebesar 32,26 ribu ton.
Program Sikomandan
Lebih lanjut, Fini menerangkan, stabilisasi harga juga dilakukan dengan menerapkan program Sikomandan. Sikomandan dilaksanakan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak melalui optimalisasi reproduksi ternak sapi/kerbau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada periode tahun 2019 sampai 2020 telah lahir sebanyak 4,13 juta ekor anakan sapi/kerbau dengan nilai setara Rp24,78 triliun (asumsi harga sapi lepas sapih Rp 6 juta per ekor) dengan anggaran yang dikeluarkan hanya sebesar Rp 652,39 miliar.
Selain melaksanakan Program Sikomandan, untuk mencapai proporsi penyediaan daging sapi/kerbau dalam negeri sebesar 70% pada tahun 2024 maka perlu dilakukan upaya-upaya akselerasi peningkatan populasi dan produksi. Salah satu solusinya dengan menambah indukan sapi/kerbau dalam negeri melalui impor indukan.
Berdasarkan hasil simulasi dan parameter teknis, maka untuk mencapai kondisi tersebut perlu dilakukan impor indukan sapi sebanyak 2 juta ekor secara bertahap pada tahun 2021 hingga 2023. Potensi impor indukan tersebut berasal dari Mexico, Australia, Spanyol, USA, dan New Zealand.
Peningkatan populasi dan produksi daging sapi/kerbau melalui impor indukan ini juga diharapkan bisa menambah nilai ekonomi dari komoditas sapi/kerbau sebesar Rp61,7 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebesar 26,9 juta orang pada periode tahun 2020 sampai 2024.
Baca Juga:
DuPont Luncurkan Tyvek® APX™ di Pasar ASEAN
Inverter Smart String 506 kW Huawei Raih Smarter E AWARD di Ajang Intersolar Europe 2026
China International Supply Chain Expo Keempat Resmi Dibuka di Beijing








