Polri Didorong Selidiki Pemalsuan atau Dugaan Menyuruh Masukkan Keterangan Palsu ke Akta Ontentik

- Pewarta

Jumat, 5 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). /Dok. Kemendagri

Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). /Dok. Kemendagri

Oleh: Yusri Usman, Direktur Eksekutif Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) 

APAKABAR NEWS – Mabes Polri seyogyanya segera melakukan penyelidikan atas beredarnya informasi secara luas di berbagai media terkait ST Burhanudin yang menjabat sebagai Jaksa Agung.

ST Burhanudin diduga telah memasukan keterangan tidak benar alias palsu ke dalam akta otentik KTP dan Kartu Keluarga (KK) pada data kelurahan di lingkungan tempat tinggal Mia Amiati.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelidikan Polri itu dinanti publik. Pasalnya, ST Burhanuddin saat ini menjabat Jaksa Agung dan merepresentasikan jajaran kejaksaan negeri seluruh Indonesia.

Masyarakat mengharapkan Jaksa Agung yang merupakan orang nomor satu di institusi penegak hukum itu bisa memberikan keteladanan.

Tentunya polisi sangat tau bahwa pemalsuan atau menyuruh masukkan keterangan palsu kedalam akta otentik sebagai mana diatur dalam pasal 264 dan 266 KUHP bukanlah delik aduan.

Jadi tanpa ada yang mengadukan atau tanpa ada yang melaporkan, Polri sudah seharusnya segera melakukan penyelidikan dan jika tidak menemukan unsur pidananya segera mengumumkan hasilnya.

Guna kejelasan atas informasi yg beredar beberapa hari ini di berbagai media sepertti dalam media Detik.com 4 November 2021 , CNN Indonesia 4 November 2021 dan InfoIndonesia 29 Oktober 2021 serta Netralnews 26 Oktober 2021 .

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025
Investigasi Independen Dugaan Makar, NasDem Tegaskan Dukungan Pada Presiden

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:15 WIB

Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden

Berita Terbaru