Belum lagi bicara soal korupsi. Korupsi itu kontra-Tuhan. Tapi, korupsi seringkali dilakukan berjama’ah. Itu tandanya ramai-ramai melawan Tuhan.
Dan kita tahu, korupsi umumnya dilakukan secara masif, sistemik dan terstruktur. Jelas, ini pembunuhan terencana terhadap Tuhan. Sampai disini, sila pertama gugur dalam perilaku politik dan teknokratik kita.
Sila. Kedua “kemanusiaan yang adil dan beradab”. Perlu pembahasan khusus terkait peran Indonesia di dunia internasional. Termasuk Uighur dan Palestina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sila ketiga “Persatuan Indonesia”. Gimana mau bersatu jika buzzer-buzzer dibiarkan hidup di negeri yang semula damai, lalu jadi porak poranda seperti sekarang. Koalisi dan oposisi sama saja: menabuh genderang provokasi.
Sila keempat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.
Elit politik itu mewakili siapa? Diri sendiri atau partai? Mereka lahir dan dipilih oleh rakyat, tapi sering lupa pada rakyat. Sila keempat sering terabaikan.
Sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Laporan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menyebutkan bahwa 1 persen orang Indonesia menguasai separo aset di negeri ini.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








