Sinergi Habib Rizieq dan Gatot Nurmantyo Bisa Jadi Oposisi Reborn

  • Whatsapp
Pemimpin dan Pendiri Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab. /Instagram.com/@dioanugrahsaputra

APAKABAR NEWS – Kepulangan Habib Rizieg Shihab (HRS) mendapat cukup antusiasme dari komunitas Islam. Gerakan umat kembali terdengar dan menemukan wadahnya pasca kembalinya HRS ke tanah air.

HRS dipandang bisa menjadi tokoh gerakan moral dan oposisi yang konstruktif bagi mereka yang berseberangan dengan pemerintah.

Read More

Ini sebenarnya ironi dan paradok dalam politik Islam di Indonesia. Karena faktanya tanpa HRS, umat muslim di Indonesia sebenarnya sudah punya ‘wadah’ besar, yaitu NU dan Muhammadiyah. Namun sosok HRS saat ini tampak lebih menonjol.

Ormas dan tokoh lainnya baik dari NU, maupun Muhammadiyah seolah redup dan tenggelam. Padahal salah satu tokoh NU saat ini, yaitu KH Ma’ruf Amin menjabat sebagai Wapres RI.

Jika nanti terjadi pertemuan antara HRS dan Ma’ruf Amin ini salah satu yang paling ditunggu oleh publik. Apakah efek pertemuan dua tokoh ulama ini bakal bisa sebanding dengan pertemuan Jokowi-Prabowo pasca Pilpres 2019 di MRT?

Sekarang ini, seperti ada asumsi bahwa aspirasi umat muslim seperti tidak difasilitasi oleh NU, Muhammadiyah, atau parpol berbasis massa Islam, bahkan DPR.

Pemerintah Jokowi dapat menguasai mayoritas parpol di DPR, tetapi kepulangan HRS bisa menjadi embrio dari konsolidasi kekuatan oposisi non-parlemen di saat mekanisme “check and balances” terhadap kebijakan pemerintah terasa mandul.

Related posts