Jumlah Limbah Medis, Mencapai Hampir 1663 Ton, Apa yang Harus Dilakukan

- Pewarta

Jumat, 26 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limbah Medis. /Dok. jabarprov.go.id

Limbah Medis. /Dok. jabarprov.go.id

APAKABAR NEWS – Masker, Sarung Tangan, Limbah Medis Cemari Lingkungan, Pakar: Ini “Suatu Kesalahan Besar”

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia menunjukkan jumlah sampah nasional tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton, naik lebih dari 3 ton jika dibandingkan tahun lalu.

Limbah medis, khususnya, mengalami peningkatan di tengah pandemi. Data yang diperoleh dari Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, jumlah limbah medis, yang termasuk sampah medis seperti masker, alat pelindung diri, selang infus, botol, serta kemasan obat dan sebagainya, mencapai hampir 1663 ton.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui sebuah diskusi virtual bertajuk “Diskusi Umum Limbah Masker di Teluk Jakarta: Sebuah Dilema Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Kehidupan Ekonomi Masyarakat,” yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat tingkat Nasional, belum lama ini, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, menjelaskan kenaikan tersebut.

“Memang dengan berlangsungnya masa pandemi COVID-19 ini, limbah medis itu naik 30 persen. Limbah medis itu sekarang adalah tidak hanya dari fasilitas layanan kesehatan, tapi juga dari hotel-hotel,” jelasnya.

Rosa Vivien Ratnawati menambahkan, beberapa hotel yang dijadikan tempat untuk isolasi mandiri diketahui membuang sampah medis, seperti APD dan masker, dengan proses yang tidak semestinya.

“Kalau di hotel dia isolasi mandiri, itu artinya dia penderita positif COVID-19 jadi bukan dari rumah atau rumah tangga seperti kita pakai masker ya. Nah, itu yang memang harus dikendalikan,” ujar Rosa Vivien Ratnawati dalam diskusi virtual tersebut.

Berita Terkait

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik
Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:56 WIB

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Berita Terbaru